HOME
ALKITAB
Gereja Toraja TODAY
FORUM P.A.
BERBUAH
SEKOLAH ALKITAB
INJIL dan MELAYU
God's Word in CHINA
DOWNLOAD Bible
PPGT
Download Info Gerejawi
NEXT Generation
Renungan Harian
Kumpulan TULISAN
Majalah SULO
MENU ARTIKEL
SSAXXII
3 - 8 July 2006
26 Keputusan SSAXXII
BLOG SSAXXII
FOTO2 SSAXXII
Download SSA22 Doc.
FORUM
BUKU TAMU
Kampoeng TORAJA
GEREJA TORAJA TODAY
PEKAN SPIRITUALITAS
Yahoo YM
e-mail me

Bertumbuh Berakar dan Berbuah


Light in Jesus.jpg

MEMANTAPKAN BAGIAN USIA KETIGA

Bacaan: Kisah Para Rasul 2:14-21



Bacaan Refleksi

--------------- Tahap awal kehidupan adalah waktu bertumbuh dengan menggunakan "kepala", "tangan", dan "hati" yang bertumbuh dalam kebijakan, anugerah, dan usia. Ini adalah tugas utama usia pertama.

Bagian usia kedua ditandai dengan otonomi dan pilihan tertentu yang berdasar pada apa yang saya nilai dan hargai, orang yang saya kenal dan alasan saya mengenal mereka, pekerjaan yang saya lakukan, siapa sahabat saya, apakah saya menikah dan punya anak, di mana saya harus hidup, dan sebagainya.

Bagi banyak orang, tanda-tanda memasuki "tahun-tahun kemunduran" tampak dalam hal kelambanan, hilangnya semangat dan tujuan, sampai menghalangi upaya kreatif dalam sisa hidup ini. Tetapi dilihat dari sisi rohani atau duniawi, tahap usia ketiga adalah waktu mengambil keputusan secara sadar, saat penuh anugerah, di mana para lanjut usia dapat mengembalikan karunia yang diterimanya, sebagai saat melibatkan diri dengan masyarakat, bukan selaku anggota keluarga atau pekerja, tetapi selaku penduduk dunia yang diberi tanggung jawab berat. (Charles J. Fahey)



Memantapkan Bagian Usia Ketiga

------------------------------ Usia adalah suatu perjalanan yang kita mulai sejak lahir. Bagian pertama hidup kita berada di sekitar keluarga dan sekolah. Ini adalah usia siap dewasa yang bertanggung jawab.

Pada bagian kedua, kita menemukan tempat di dunia dan memantapkannya. Kita berkeluarga dan terbiasa berperan dalam dunia pekerjaan. Lalu, tibalah bagian ketiga perjalanan kita, di mana keinginan untuk mencapai sesuatu sudah berkurang atau tidak sibuk merawat anak-anak yang semula adalah prioritas pertama. Lalu apa ini? Apakah kini waktunya "keluar ke padang rumput"?

Bukan. Ini adalah waktu untuk mencari arah baru dalam perjalanan hidup kita.

Kita menjadi lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih tenang daripada sebelumnya. Kita bertumbuh terus dan mengembangkan wawasan kita sebagaimana kita tumbuh, berkembang, dan beroleh hidup yang berarti pada usia ketiga.

Benarkah pendapat Robert Browning yang menyebutkan bahwa "semakin tua, semakin baik"? Apakah tubuh tua kita mengejek dan membatasi pertumbuhan kita? Bila kita melihat para lanjut usia bertumbuh bagaikan memiliki sepasang kaki yang baru dalam perjalanan hidup, yakni kehidupan usia ketiga, kita mungkin dipesonakan oleh hal-hal yang sudah Tuhan siapkan bagi kita.

Di dalam terang hidup itu aku berjalan hingga ku selesaikan seluruh perjalanan hidupku (terjemahan dari "I Heard the Voice of Jesus Say")



Doa

--- Tuhan dari segala generasi, kami hidup melalui dua bagian usia kami dan sejauh ini kami berhasil. Tolonglah agar kami menyelesaikan usia ketiga kami dengan sebaik-baiknya. Amin.

Bahan diambil dari:
Judul buku: Tetap Ceria di Usia Senja
Penulis : Richard L. Morgan
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta 1998
Halaman : 44 -- 45

Elder Tree.gif

King David Pray.jpg

TOLONG, SAYA BERTAMBAH TUA!

Usia tua sering dipandang sebagai masa yang tidak produktif dan tidak berguna. Bob Buford, pendiri Jaringan Kepemimpinan, menuliskan dalam bukunya bahwa usia produktif seseorang hanyalah pada empat dekade pertama kehidupannya sedangkan sisanya adalah masa-masa kemunduran diri. Namun, pandangan ini berbeda sekali dengan Alkitab.

Mazmur 92:13-15 menyatakan bahwa pada usia lanjut sekalipun, manusia tetap dapat Allah pakai untuk menyatakan kebenaran-Nya.



Pertanyaan "Mengapa"

-------------------- Mengapa kita menjadi tua? Mungkin itulah pertanyaan yang sering muncul.

Tak seorang pun akan bertambah muda. Seiring pertambahan usia, perubahan fisik pun mulai muncul. Namun, pengalaman-pengalaman hidup yang semakin bertambah hendaknya semakin membuat kita bijaksana.

Rentang hidup kita diawali dengan bekerja keras untuk mencapai apa yang kita inginkan. Bahkan sampai usia tengah baya pun kita masih terus mencari apa yang kita inginkan. Tapi Allah tidak melihat kita dari apa yang kita lakukan atau yang kita dapatkan, tetapi dari siapa diri kita.



Beban Setengah Baya

------------------- Usia tengah baya merupakan transisi dari kesibukan kita ke fokus kita. Karena masa ini adalah masa transisi, tidaklah mengherankan bila banyak orang yang mengalami krisis pada saat memasuki usia tengah baya ini. Oleh sebab itulah, usia tengah baya memberikan kesempatan kepada kita untuk mengevaluasi diri, khususnya hubungan kita dengan Kristus.

Sudahkah kita benar-benar menggunakan karunia, kreativitas, tenaga, dan kemampuan yang Allah berikan kepada kita untuk kemuliaan-Nya.

Pada usia ini juga merupakan saat yang baik untuk mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan baru untuk masa yang akan datang.

Jangan memandang masa lalu, namun rayakan masa sekarang.



Hulu-Hulu Sungai Manusia

------------------------ Sungai Mississippi yang mengalir di Louisiana merupakan aliran air yang membawa lumpur dan kotoran. Keadaan ini berkebalikan dengan aliran Father of Water di Minnesota yang mengalir jernih.

Sungai Mississippi merupakan gambaran dari diri kita yang sudah terpolusi dengan dosa. Polusi ini berawal dari dosa Adam dan Hawa. Kain adalah pembunuh pertama, sedangkan Habel merupakan korbannya.

Lama hidup manusia sekarang dan dulu pun berbeda. Alkitab mencatat, Adam meninggal pada usia 930 tahun, Nuh hidup sampai berusia 950 tahun, sedangkan Metusalah, kakeknya, sampai usia 969 tahun. Akan tetapi, lama hidup manusia semakin lama semakin pendek. Abraham hanya sampai berusia 175 tahun (Kejadian 25:7). Pada zaman Musa, rata-rata usia manusia 120 tahun (Ulangan 34:7) dan Daud hanya berumur 70 tahun (2 Samuel 5:4).

Meskipun perkembangan dan kemajuan medis telah berhasil memperpanjang sedikit usia manusia, penuaan tetap tidak bisa dihindari.



Perspektif Allah tentang Penuaan

-------------------------------- Dunia memang cenderung lebih menyukai masa muda dibanding dengan masa tua, namun tidak demikian dengan Allah. Allah memiliki pandangan tersendiri terhadap masa tua. Mazmur 92:13-15 menjelaskan, orang yang bertambah tua masih tetap dapat berbuah dan memperdalam persahabatannya dengan Tuhan.

Ini jelas sekali berbeda dengan pandangan dunia yang menganggap orang yang sudah lanjut usia sudah tidak produktif lagi. Amsal 16:31 dan 20:29 menyebutkan bahwa Allah tetap menghormati orang yang sudah tua dan menjadi tua adalah suatu kehormatan.

Alkitab mencatat beberapa peristiwa yang dialami Kaleb, Naomi, Abraham, dan Simeon yang menunjukkan bahwa Allah tetap menghargai orang yang sudah lanjut usia.

Meskipun demikian, Allah tidak memberikan jaminan karakter pada masa lanjut usia. Contohnya, Salomo yang memiliki banyak istri pada masa tuanya justru berpaling kepada Allah karena pengaruh istri-istrinya yang memiliki allah lain (1Raja-raja 11:4).

Salomo akhirnya menyesal dan kembali kepada Allah (Mazmur 71:17-18).

Janji lain Allah untuk para lanjut usia terdapat di Yesaya 46:4,

"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."



Sikap Kita Menuju Masa Tua

-------------------------- Langkah pertama yang dapat kita tempuh saat mulai memasuki masa tua adalah menyadari bahwa masa tua merupakan bagian dari kehidupan dunia yang telah jatuh. Masa tua tidak berarti menurunnya segala kemampuan fisik kita.

Yesus mengatakan dalam Lukas 2:52 bahwa kita hendaknya terus meningkat dalam kebijakan, termasuk hubungan dengan Allah dan orang lain.

Langkah kedua adalah menyadari bahwa masa tua juga dialami oleh orang lain. Perubahan-perubahan secara fisik tidak perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, pikiran-pikiran positiflah yang diperlukan untuk menjalani masa tua. Ada banyak tokoh dunia yang justru menghasilkan karya terbaik mereka ketika mereka sudah lanjut usia, misalnya:

- Michaelangelo yang menyelesaikan lukisan "The Last Judgement"-nya pada usia 89 tahun. Sebelumnya, di usia 66 tahun dia ditunjuk sebagai arsitek Gereja St. Petrus.

- John Wesley masih berkhotbah sampai akhirnya dipanggil Tuhan pada usia 90 tahun.

- Thomas Alfa Edison menghasilkan karya terbaiknya antara usia 70 dan 80 tahun.

Alkitab juga mencatat tokoh-tokoh yang pada masa tuanya justru diberi kepercayaan oleh Tuhan, misalnya Abraham yang memiliki anak dan membesarkannya saat mencapai usia seratus tahun. Musa, Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf juga tetap Tuhan pakai sampai masa tua mereka.



Perintah untuk Menghormati

-------------------------- Dalam Imamat 19:32, Musa mencatat hal penting yang harus kita lakukan terhadap orang yang lebih tua. Kita tidak mungkin takut akan Tuhan jika kita tidak menghormati orang yang lebih tua.

Paulus juga menasihatkan orang-orang muda supaya mereka menghormati dan tidak berlaku kasar kepada orang yang lebih tua (1Timotius 1-3).

Demikian pula dengan orang lebih tua, mereka harus dapat menjadi teladan bagi yang muda dan menyalurkan nilai-nilai Allah (Mazmur 71:18; Titus 2:2-5).

Jadi, masa tua bukanlah masa yang membuat kita panik. Sebaliknya, masa tua merupakan masa untuk memasuki tahapan kehidupan yang baru.

Bahan diringkas dari:
Judul buku: Hidup Prima di Usia Senja
Penulis : Woodrow Kroll dan Don Hawkins
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta 2001
Halaman : 19 -- 28

[ First ] [ Prev ] [ Next ] [ Last ]