HOME
ALKITAB
Gereja Toraja TODAY
FORUM P.A.
BERBUAH
SEKOLAH ALKITAB
INJIL dan MELAYU
God's Word in CHINA
DOWNLOAD Bible
PPGT
Download Info Gerejawi
NEXT Generation
Renungan Harian
Kumpulan TULISAN
Majalah SULO
MENU ARTIKEL
SSAXXII
3 - 8 July 2006
26 Keputusan SSAXXII
BLOG SSAXXII
FOTO2 SSAXXII
Download SSA22 Doc.
FORUM
BUKU TAMU
Kampoeng TORAJA
GEREJA TORAJA TODAY
PEKAN SPIRITUALITAS
Yahoo YM
e-mail me

Kumpulan Tulisan


Sandiwara Tahun Baru

 


Oleh Jonathan Parapak

Terompet berbunyi penuh semarak, langit hitam dihiasi kembang api, riuh-rendah gelak-tawa sambil saling mengucapkan "Selamat Tahun Baru". Menarik sekali perilaku manusia, yang sepertinya "mengkhususkan", bahkan mengajaibkan menit pertama dari suatu tahun kalender. Manusia rupanya memerlukan momen-momen tertentu dalam hidupnya untuk mengekspresikan perasaan kegembiraan.

Tak salah bergembira dan bersyukur. Namun kalau kita saksikan dunia menghamburkan uang dalam pesta-pora, kembang api, dan lain-lain, wajar kita bertanya "Ini apa lagi?" Apakah ini suatu sandiwara Tahun Baru kreasi dunia bisnis yang pada saat-saat terakhir ingin meraup keuntungan sebelum tutup buku?

Mungkin saja itu adalah penyebabnya. Namun kalau kita amati perilaku setiap manusianya, bisa bermacam-macam alasan. Mungkin saja itu merupakan perayaan keberhasilan dalam satu tahun. Wajar-wajar saja! Mungkin pula itu merupakan cara untuk melupakan kekecewaan dan perasaan frustrasi yang menjadi beban selama tahun yang baru lewat.

Kalau kita simak uraian-uraian Alkitab, memang Tuhan Yesus menkotbahkan kebahagiaan dalam Matius 5 (Khotbah di Atas Bukit). Yang menarik adalah yang dianggap bahagia adalah orang-orang yang miskin di hadapan Allah. Orang-orang yang berduka cita. Orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran. Orang-orang yang suci hatinya. Orang-orang yang membawa damai. Ternyata kebahagiaan yang ditawarkan Tuhan Yesus lain dari yang kita cari dalam acara tahun baru.

Rasul Paulus menulis dari dalam penjara ke jemaat di Filipi, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!" (4:4). Bukan hanya pada permulaan tahun. Sukacita orang-orang percaya berintikan penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus bagi orang yang bertobat dan percaya. Memang akhir tahun adalah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk mengevaluasi hidup kita di hadapan Tuhan.

Selain bersyukur, seyogianya kita berusaha untuk memperbaiki, memperbarui hal-hal yang perlu. Sehingga dengan demikian yang lebih mengemuka adalah komitmen baru, resolusi tahun baru untuk hidup lebih berkenan kepada Tuhan. Bahkan baik juga mengadakan analisis K3T (Karunia/kekuatan kita, Kelemahan kita, Kesempatan yang diberikan Tuhan dan tantangan yang dihadapi - SWOT). Semuanya kita bawa kepada Tuhan sehingga dalam tahun 2004 kita dituntun, diberi hikmat untuk dapat mengatasi masalah dan tantangan.

Menghadapi suatu periode waktu, memerlukan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, sebaiknya kita juga berusaha untuk merencanakan kehidupan selama tahun yang baru bersama Tuhan.

Selamat tahun baru, semoga Sandiwara Tahun Baru tidak membuat kita lupa akan Tuhan, lupa akan karunia dan pimpinan Tuhan, lupa akan panggilan Tuhan. Tetapi justru tahun baru mendorong kita untuk berkomitmen, terus-menerus memperbaiki, memperbarui diri, agar kita diperkenan menjadi pengikut-pengikut Tuhan yang setia.* 300104

Dikembangkan Oleh Gloria Cyber Ministries
© Copyright 2000-2007.
All rights reserved.


[ First ] [ Prev ] [ Next ] [ Last ]